ุฅูุฑุงุฏูŽุชููƒูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุฌู’ุฑูŠุฏูŽ ู…ูŽุนูŽ ุฅูู‚ุงู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ุฅููŠู‘ุงูƒูŽ ููŠ ุงู„ุฃูŽุณู’ุจุงุจู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ู‡ู’ูˆูŽุฉู ุงู„ุฎูŽูููŠูŽู‘ุฉู. ูˆูŽุฅูุฑุงุฏูŽุชููƒูŽ ุงู„ุฃูŽุณู’ุจุงุจูŽ ู…ูŽุนูŽ ุฅูู‚ุงู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ุฅููŠู‘ุงูƒูŽ ููŠ ุงู„ุชูŽู‘ุฌู’ุฑูŠุฏู ุงู†ู’ุญูุทุงุทูŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู‡ูู…ูŽู‘ุฉู ุงู„ุนูŽู„ููŠูŽู‘ุฉู.
Keinginanmu untuk bertawakkal mutlak (tajrid) sementara Allah menempatkanmu dalam ketergantungan pada sebab-sebab (asbab) merupakan bentuk keinginan tersembunyi (syahwah khafiyyah). Sedangkan keinginanmu pada sebab-sebab sementara Allah menempatkanmu dalam keadaan bertawakkal mutlak (tajrid) adalah kemerosotan dari cita-cita luhur (himmat al-โ€˜aliyyah). **Penjelasan istilah:** - **Tajrid**: Konsep tasawuf yang berarti melepaskan ketergantungan hati dari segala sesuatu selain Allah, sepenuhnya bersandar pada-Nya. - **Asbab**: Sarana atau sebab-sebab duniawi yang diperbolehkan dalam Islam, selama disertai kesadaran bahwa hakikat penyebabnya adalah Allah. - **Syahwah khafiyyah**: Keinginan atau kecenderungan halus yang tersembunyi dalam hati, sering kali terkait dengan ego spiritual. - **Himmat al-โ€˜aliyyah**: Cita-cita spiritual yang tinggi, yang mengarahkan seluruh usaha menuju ridha Allah.